Sebelum Islam, dunia berada dalam kegelapan, terutama dunia Timur Tengah. Penyembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa, telah beralih penyembahan kepada berhala yang mereka ciptakan sendiri. Perikemanusiaan telah bertukar dengan sifat-sifat kebinatangan, yang kuat menindas yang lemah, yang kaya memeras yang miskin, wanita dijadikan sebagai alat pemuas nafsu ataupun sebagai iklan untuk melariskan perniagaan, jika lahir anak lelaki mereka sungguh gembira, akan tetapi jika lahir perempuan mereka sampai hati membunuhnya. Ramai pula mereka yang mengamalkan cinta sesama jenis, lelaki dengan lelaki, perempuan dengan perempuan, kalau ini terus dibenarkan akan jadi apa umat manusia di dunia ini, sudah tentu mereka akan pupus, keturunan mereka akan terputus, inilah yang telah diamalkan oleh kaum Luth.
Sebelum Islam, dunia Arab berpecah belah. Yaman dikuasai oleh Kerajaan Persia dan Habasyah, disamping dikuasai oleh ketua-ketua kabilah. Iraq dikuasai oleh Manazirah yang tunduk kepada kerajaan Romawi. Najd dan Hijaz dikuasai oleh kabilah Arab yang masing-masing berdiri sendiri. Perpecahan dan permusuhan di antara mereka berlarut selama ratusan tahun lamanya, sehingga bangsa Arab mundur dalam banyak hal. (http://www.shiar-islam.com)
“Tiadalah Kami mengutus engkau (wahai Muhammad) melainkan untuk menjadi Rahmat bagi sekalian alam.” (Q.S Al- Anbiya : 107). Begitu indahnya firman Allah SWT yang diturunkan kepada beliau diatas. Begitu mulianya hamba Allah SWT yang satu ini. Beliau bagaikan bintang, tetapi bukan bintang biasa. Beliau adalah bintang yang sangat luar biasa, bahkan matahari di siang hari pun malu menampakkan sinarnya, karena bintang ini adalah maha bintang yang terlahirkan ke muka bumi. Beliau adalah cahaya dalam kegelapan, beliau cahaya di dalam dada, beliau dikenal dengan nama Muhammad SAW. Beliaulah yang telah mengentaskan umat dari masa jahiliyah yang penuh zina menuju masa yang terang benderang saat ini dengan ajarannya yaitu Islam.
Oleh karena itu, ketika bulan Maulid telah tiba, seluruh dunia menyambutnya dengan gegap gempita. Ada yang menggelar pengajian, ada yang menyelenggarakan selamatan dan tumpengan. Bahkan ada yang menggelar prosesi besar-besaran selama hampir sebulan, seperti: tradisi Grebeg Maulud di Keraton Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, dan Kasultanan Cirebon. Semua itu sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran utusan-Nya, Muhammad SAW.
Tak terkecuali dengan SMAPA yang menggelar kegiatan menarik dalam memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Hari yang dikenal dengan sebutan Maulid Nabi ini diperingati setiap tanggal 12 Rabbiul Awal, yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 4 Maret 2011. SMAPA yang berpredikat sekolah peduli dan berbudaya lingkungan ini, lantas mengadakan kegiatan yang berbakti pada lingkungan pula. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMAPA kelas X dan kelas XII, dimana setiap kelas mendapat bagian masing-masing. Kegiatan tepat berlangsung saat siswa kelas XI sedang mengikuti ekspedisi lingkungan di Baluran. Salah satunya adalah mengecat tembok, membersihkan bagian dalam dan luar mushola yang masing-masing kelas berbeda. Semua kegiatan pada hari itu dimulai pada pukul 07.00 WIB sampai selesai.
Tidak hanya mengecat dan membersihkan mushola lho, Maulid Nabi kali ini juga diramaikan dengan kegiatan bersih-bersih makam. Asyik kan? Apalagi setiap kelas berhak menentukan makam mana yang akan dibersihkan bersama kelas lain yang diajak kerja sama. Berbagai alat juga dipersiapkan oleh masing-masing kelas, seperti: sapu lidi, sabit, timba dan yang lainnya untuk membuat makan terlihat lebih bersih dan indah dari sebelumnya. Sejumlah warga sekitar juga turut menyaksikan aksi arek-arek SMAPA. Dalam kegiatan ini, sambil membantu bersih-bersih sampai menyediakan konsumsi. Dengan kegiatan ini, jiwa Adiwiyata warga SMAPA dapat tersalurkan untuk masyarakat sekitar. Sehingga masyarakat tergerak untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. So, di acara Maulid Nabi kali ini warga SMAPA tidak hanya belajar bagaimana bekerja sama yang solid, namun juga belajar bagaimana mengaplikasikan ilmu yang dimiliki. Tentunya untuk kebaikan masyarakat layaknya Rasulullah SAW yang selalu menyampaikan firman dari Allah SWT untuk kemashlahatan seluruh umat manusia. Prok prok prok! ^_~