Tanggal 14-15 Nopember 2010 kemarin, teman-teman kita yaitu Indra Hadiyanto, Ajeng Putri Aisyiyah, Fithriani Nuril Khoiriyah, Widyana Nurwahyuni, Idrus, Lisnur Hidayah dan Meylan Lolita Yanuar dari kelas XII Bahasa ini, membawa nama SMAPA menuju Surabaya. Dalam sesi ini, mereka mengikuti acara Bungkasai yang bertemakan“ Bungkasai in Akibahara Season”. Acara ini diadakan oleh UNESA (Universitas Negeri Surabaya). Bungkasai sendiri artinya festival, sedangkan Akihabara adalah istilah untuk menyebutkan tempat-tempat yang terkenal dengan tokoh-tokoh elektronik di Jepang, seperti: robot, costplay dan kartun-kartun Jepang. Jadi, Bungkasai in Akibahara Season disini berarti, festival yang diadakan di musim ‘Akibahara ‘. Sehingga tak heran, jika festival ini berisi budaya-budaya elektronik Jepang dan didalamnya ada beberapa perlombaaan yang berkaitan dengan Bahasa Jepang.
Lomba tersebut diikuti oleh 69 sekolah se-Jawa Timur, di mana setiap sekolah diwakili oleh tujuh orang peserta dan seorang guru pembimbing. Lombanya sendiri bermacam-macam. Mulai dari lomba cerdas cermat, lomba kanji atau kanji taikai, hingga lomba pidato atau benron taikai.
Sebelum lomba resmi dimulai, teman-teman kita ini sudah menyiapkan fisik dan mental mereka jauh-jauh hari. Perjuangan mereka juga lumayan melelahkan Sobat. Mereka harus bangun pagi-pagi untuk berkumpul dan belajar bersama.
Untuk lomba pidato atau benron taika, pesertanya hanya satu orang setiap sekolah. SMAPA diwakili oleh Indra Hadiyanto. Teman kita ini dituntut untuk membuat naskah pidato sendiri dalam bahasa Jepang dan bahasa Indonesia. Sebagai persyaratan, teman kita ini juga harus mengirimkan rekaman pidato asli baik dengan bahasa Indonesia maupun bahasa Jepang. Kebayang kan susahnya gimana? Tapi, untung saja dia dibantu oleh pembimbing yang merupakan guru bahasa Jepang kita, Mila sensei. Jurinya dari Jepang asli loh.. Namanya Yamashina Kenkichi. Haduuww.. tambah berat ya, ditambah pertanyaan dari juri yang wajib dijawab. Inilah yang menjadi tantangan terberat bagi teman kita, Indra Hadiyanto. Karena grogi, nervous, deg-degan, dan segala macam perasaan bercampur aduk di sesi ini. Padahal, butuh konsentrasi tinggi untuk menjawab pertanyaan itu. Namun, dengan penuh semangat yang membara dan percaya diri yang tinggi, akhirnya teman kita Indra Hadiyanto berhasil merebut juara II dalam lomba pidato ini.
“ Persiapkan buat adik-adik kelas untuk semangat lagi dalam belajar bahasa Jepang, karena sebenarnya bahasa Jepang itu menyenangkan untuk dipelajari.”, begitulah komentar dari Indra Hadiyanto. Dia juga menambahkan bahwa kunci utama keberhasilan lomba ini adalah satu yaitu Percaya Diri.
Di bagian yang lain, ada lomba Kanji atau Kanji Taikai. Lomba ini diikuti oleh 3 orang, namun tetap individu. Sama halnya dengan pidato, persiapan yang matang menjadi andalan. Hanya saja, dalam lomba Kanji yang diikuti oleh Nuril Khoiriyah, Idrus, dan Widyana Nurwahyuni ini, mereka dituntut untuk mencari 100 Kanji dasar beserta arti dan cara membacanya. Disinilah mental mereka akan diuji. Benar-benar membutuhkan ketelitian, kecermatan dan ketangkasan dalam menjawab soal-soal Kanji tersebut. Dengan perjuangan yang begitu besar, dua teman kita diantaranya dapat lolos dan meraih juara II dan III, bahkan sempat masuk ke babak semi final. Benar-benar membanggakan, bukan ?
Hanya saja, lomba cerdas cermat yang diikuti tiga orang dalam satu grup, yaitu Ajeng Putri, Lisnur dan Meylan Lolita, belum bisa meraih juara. Tapi tak apa, hanya kurang beruntung saja kok. Semangat lagi..!! Ganbatte kitte kudasai !