Anak – anak PALAPA ini kembali memberikan sumbangsih untuk kelestarian alam kita, diantaranya bersih – bersih gunung. Kegiatan bersih – bersih gunung ini dilaksanakan tanggal 12 – 13 Maret 2011 kemarin, di Gunung Penanggungan yang letaknya di daerah Mojokerto. Bersih – bersih gunung ini, diikuti oleh sebagian anggota PALAPA, instruktur, ALB (singkatan dari Angkatan Luar Biasa, sebutan bagi para alumni anggota PALAPA terdahulu), Mas Arip dan Pembina PALAPA.
Perjalanan kali ini, di awali dengan berkumpulnya di terminal dan berangkat dengan menaiki bus umum jurusan Malang menuju Mojokerto. Di tengah perjalanan, di kota Pasuruan hujan lebat pun turun. “Bukan hanya atap rumah yang bisa bocor, bis juga bisa bocor ” ujar salah satu AM (Anggota Muda). Spontan mereka berpindah tempat duduk ke tempat yang atapnya tidak bocor, untung aja penumpangnya masih belum penuh, jadi kami bisa pindah - pindah.
Tiba di Purwosari, mereka turun dan berpindah kendaran dengan menaiki bison. Perjalanan masih cukup jauh, mereka hanya bisa menikmati pemandangan sekitar. Tiba – tiba saja entah sudah cukup lama perjalanan, nggak taunya mereka kesasar di daerah Tratas (tempat hotel – hotel). Bison yang mereka naiki tidak tau arah ke pos gunung penanggungan di Desa Tamiajeng. Untungnya bison yang mereka naiki baik, dan mereka melanjutkan perjalanan dengan bertanya – tanya ke penduduk sekitar. Hingga akhirnya mereka sampai juga di Kelurahan Desa Tamiajeng sebagai tempat yang biasa pendaki beristirahat sejenak sebelum berangkat untuk pendakian.
Sesampainya ditempat tujuan mereka beristirahat sejenak di sebuah masjid dan melanjutkan ekspedisinya dimalam hari sehabis sholat isya’. Seluruh rangkaian perjalanan menuju puncak Penanggungan mereka lalui dengan semangat. Melewati berbagai rintangan dan halangan. Pemandangan istimewa pun mereka nikmati di sana dengan seluruh kerlap-kerlip lampu yang begitu memukau membuat perjalanan mereka sangat mengesankan. Saat akan menaiki puncak gunung, jalannya sangat menanjak dan terdapat bebatuan. Tiba – tiba saja di tengah perjalanan, ada salah satu anggota mereka yang hilang dan salah satu atau dua dari mereka mencari di atas dan di bawah puncak. Ternyata dari bawah terdengar suara seperti memanggil, “nyak nyak nyak….” (itu panggilan untuk instruktur mereka…. Unik bukan? ) dan ternyata yang hilang telah kembali. Setelah ditanya ternyata, anak tersebut menyuruh AM untuk jalan terlebih dahulu beserta pembimbing dan pada waktu itu kondisi kecapekan dan akhirnya ketiduran, sehingga tertinggal oleh tim. Setelah bangun dari tidurnya, dia merasa seperti dirumah, namun tersadar kalau berada di gunung ketika melihat bintang dan lampu – lampu di bawah.
Perjalanan malam yang sangat melelahkan itu akhirnya sampailah di tujuan. Tepat pukul 04.00 WIB dini hari, mereka sampai di puncak Penanggungan. “Subhanallah.!!!”, ujar para AM. Pemandangannya begitu indah sekali. Dari Puncak Gunung mereka dapat melihat secara leluasa di sekeliling tempat. Pemandangan lampunya lebih indah dan terlihat kerlap kerlip, karena lampu – lampu itu terlihat semakin kecil sehingga terlihat semakin banyak bagaikan taburan bintang yang pindah di bawah langit. Dari atas sana mereka juga dapat melihat jembatan Suramadu, Lumpur lapindo, Gunung Arjunowelirang, bahkan PPLH Seloliman yang dulu SMAN 4 kunjungi dapat mereka lihat dari Puncak Gunung Penanggungan.
Di pagi harinya awan seakan sejajar dengan mereka dan membetuk bermacam – macam bentuk yang unik bagaikan salju – saljuan. Berbagai aktivitas pun dilalui mereka, dan saatnya bagi DP (Dewan Pengurus) dan AM untuk bersih – bersih Gunung dari ujung ke ujung dengan memunguti sampah anorganik ke dalam kresek yang mereka bawa. Saat mereka turun dari puncak, disepanjang perjalanan, apabila mereka melihat sampah anorganik lagi wajib mereka taruh dalam kantong kresek mereka. Syaiful Bacri selaku DP berkata, “Pendakian tersebut sangat menyenangkan dan sekaligus menegangkan.”
Acara selanjutnya, Pengajian bersama dilaksanakan 26 Maret 2011 kemarin. Selain dari tim PALAPA sendiri, acara ini juga dimeriahkan dengan mengundang ekstra lain, teman Penggiat Alam (PA) dari sekolah – sekolah lain, ALB, juga Kepala Sekolah beserta sebagian guru. Acara ini di adakan dalam rangka mensyukuri hari jadi PALAPA yang kedelapan tahun, yang masih tetap bertahan dan mempererat tali persaudaraan antar anggota PALAPA sendiri dan antar anggota PA yang lain. Berbagai acara pun berlangsung, salah satunya penyematan syal orange sebagai Anggota Kehormatan (AK) kepada Pak Chabir dan Mas Arip. “Tidak setiap orang tidak bisa mendapat gelar atau jabatan AK. Kalau Mas Arip, memang beliau menunjukkan loyalitasnya terhadap PALAPA ± selama 1 tahun. Kalau Pak Chabir, disekolah ini jabatannya sebagai Kepala Sekolah. Sedangkan PALAPA di bawah naungan sekolah, jadi setiap tim PALAPA melakukan kegiatan, Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab, dan setiap Kepala Sekolah SMAN 4 kami jadikan AK.”, ujar Ahmad Akbar selaku ketua PALAPA. Acara selesai dan mereka pun akhirnya kembali ke rumah masing-masing.